Kamis, 06 Oktober 2011

Susunan Hasil Resensi Novel Taj Mahal


SUSUNAN HASIL RESENSI
MISTERI DI BALIK PEMBANGUNAN TAJ MAHAL





DISUSUN
O
L
E
H
NAMA       :   
NIS             :   
KELAS       :   
SMA NEGERI 2 BALIGE
TOBA SAMOSIR
SUMATERA UTARA




IDENTITAS BUKU
Judul Buku                               :    Taj Mahal:Kisah Cinta Abadi
Pengarang                                 :    Jhon Shors
Penerbit                                    :    Mizan Pustaka
Tempat dan Tahun Terbit         :    Bandung, 2008
Tebal Buku                               :    460 halaman
Desain dan Warna Sampul       :    Terdapat seorang gadis yang berparas cantik, dengan latar belakang gambar Taj Mahal. Terdapat logo best seller internasional, terdapat komentar dari Andrea Hirata di bagian bawah, dan komentar dari India Post di bagian atas. Warna sampul dominan hitam dan hitam kehijau-hijauan. Terdapat logo penerbit di sudut kanan atas.






RIWAYAT KEPENGARANGAN
Jhon Shors adalah seorang pengembara yang lama tinggal di Jepang, berkelana ke sepuluh negara, dan mendaki Himalaya. Setelah itu ia menjadi reporter sebuah surat kabar di kotanya, Des Moines, Iowa. Taj Mahal - yang aslinya berjudul Beneath a Marble Sky - adalah novel debutan yang banyak menangguk pujian dan masuk dalam daftar-daftar buku best-seller dunia. Humble Journey Films of Hollywood berencana memfilmkan novel sejarah yang saat ini berada di hadapan Anda.




SINOPSIS
Aku menatap harem kerajaan sambil menyeka bekas yoghurt di bibirku. Benteng Merah bagaikan kotak mengkilat, tampak mewadahi bangunan-bangunan  terpisah yang tak terhingga jumlahnya. Ribuan perempuan tinggal di sini atas tanggungan sultan. Para istri memiliki istana sendiri di balik dinding-dinding harem. Kakekku, Sultan Jahangir beristri tujuh belas.
            Anak-anak sultan pun tinggal disini. Aku sangat membenci harem karena penuh aturan. Saudara-saudara lelakiku dapat melakukan hampir segalanya. Anak perempuan hanya menikmati sedikit kebebasan. Pada masa Kakek, wanita-wanita penjaga dari Amazon yang memaksakan aturan-aturan ini.
            Kini aku duduk di sebuah ruangan luas, ditemani para dayang dan selir, juga saudara-saudara lelaki dan perempuan yang mengenakan sutra dan batu-batu permata. Di dalam harem, kecantikan sangat dihargai. Hampir semua berlomba mencipta model pakaian terbaru. Nizam berdiri di samping Ibu, nizam adalah seorang budak Ibu. Lima belas musim semi telah ia saksikan.
            Dari empat saudaraku hanya Dara yang paling baik kepadaku. Umurnya hanya setahun lebih muda dariku. Kedekatan kami melebihi kepantasan seperti diperkirakan oleh perempuan-perempuan harem. Aurangzeb adalah urutan ketiga dari empat saudaraku. Ia sering merenggut dan menyendiri.
            Aku dan Aurangzeb sering bertengkar. Seakan-akan aku ini bukanlah adiknya. Dia seakan sangat membenciku, dia tak pernah sekalipun menyayangiku.
            Walaupun Ayah mungkin tidak memahami kebencian atau kecemburuan, salah seorang putranya memahami itu. Tetapi, baru empat bulan kemudian baru aku dapat benar-benar memahami perasaan yang disembunyikan Aurangzeb, juga kemampuan berkhianatnya.Suatu hari Dara akan menjadi sasaran kemarahannya, lalu menyuusul aku.
            Nasib segera menunjukkan kepadaku betapa sulit menjaga seseorang, terutama diriku sendiri, karena aku dinikahkan dengan Khondamir sepanjang Nauroz, tepat sebelum musim kemarau di usiaku yang ke enam belas. Aku menikah dengan laki-laki yang kelak akan kubenci.
            Pernikahan digelar di taman Benteng Merah yang paling megah, ratusan saksi berkumpul di taman itu, kebanyakan adalah kaum ningrat.
            Pernikahan kami, seperti semua pertunjukan tablo, terasa panjang dan membosankan.
            Hari-hari pertama bersama Khondamir sungguh mengerikan, dan hari-hari berubah menjadi minggu dan selama itu aku akan selalu merasakan penderitaan yang diberikan suamiku kepadaku.
            Khondamir selalu bergerutu tentang buah-buahan hasil dari kebunnya yang dimakannya. Aku kemudian memberanikan diriku untuk menyuruhnya agar dia merawat tanamannya dan tidak terlalu sering menyiraminya dengan air.
            Karena hal itu aku diperbolehkan untuk pergi dari tempat itu dengan mengendarai seekor kuda tua, dan langsung menuju ke Benteng Merah tanpa mengucap pamit kepada suamiku.
            Setelah sampai di sana aku langsung pergi untuk menemui Ladli dan berbincang-bincang dengannya.
            Sebelum musim panas berakhir, aku akhirnya bertemu keluargaku. Pasukan kami mendapat kemenangan besar di selatan, dan barisan prajurit diarak sebagai pawai akbar dan untuk merayakan kemenangannya, Ayah menyelenggarakan qamargah.
            Aku pergi menuju tenda Dara, dia tidak mengikuti qamargah karena dia tidak suka untuk melakukan pembunuhan walaupun yang dibunuh adalah seekor hewan. Dia berbicara denganku mengenai peperangan yang terjadi di selatan, Aurangzeb sangatlah bengit pada saat peperangan itu, dia membunuh banyak sekali musuh kami.
            Kala itu adalah musim monsun ketika sang bayi lahir. Ibu tengah menemani Ayah dan para penasihatnya ke Burhanpur, suatu wilayah di Deccan. Musuh kami mencoba uuntuk membalas dendam terhadap kekalahan mereka.
            Burhanpur adalah kawasan yang menyedihkan.








KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
KELEBIHAN :
·         Penyajian cerita dapat membuat pembaca merasakan suasana yang diceritakan pada novel ini.
·         Pemilihan kata yang digunakan dalam novel mudah dipahami.
·         Cerita seakan membuat pembaca berada dalam situasi yang terjadi dalam buku tersebut
·         Ceritanya sangat menarik
·         Cover novel sangat menarik, sehingga membuat pembaca tertarik untuk membacanya
KEKURANGAN :
·         Akhir cerita kurang jelas.
·         Banyaknya peristiwa yang dihadirkan membuat cerita ini terkesan berjalan lambat
·          




GAYA BAHASA








KESIMPULAN
Novel ini berkisah tentang Jahanara yang hidup dalam lingkungan cinta kasih ayahnya sultan Shah Jahan, ibunya Mumtaz Mahal, dan kakak laki-lakinya Dara. Ketiga orang tersebut banyak mengajarkan Jahanara tentang perihal kemanusiaan. Ayahnya adalah seorang sultan yang tangguh, berhati lembut, yang begitu mencintai dan menghargai ibunya. Dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kerajaan, tidak jarang ayahnya meminta pendapat ibunya yang sangat bijaksana, sehingga tidak ada pihak yang merasa rugi dan dirugikan. Begitupula dengan Dara kakaknya, yang selalu berusaha menyatukan umat Muslim dan umat Hindu dalam satu panji persatuan di bawah kepemimpinan ayahnya, dan mengajak Jahanara untuk memaknai hidup orang-orang kelas bawah.Namun kebahagiaan Jahanara sebagai remaja yang hidup bebas tanpa adanya perbedaan kelas, kasta dan gender terusik karena kekejaman adik laki-lakinya yang bernama Aurangzeb yang ambisius. Di dunianya hanya ada kata perang dan keinginan membunuh yang begitu besar. Ia tidak hanya membenci umat Hindu, tetapi juga sangat membenci Jahanara dan Dara. Bagi Aurangzeb, kedua orang inilah yang akan menjadi peghalang keinginannya untuk jadi penguasa kelak. Kesedihan mulai mewarnai hidup Jahanara. Di saat Ia masih haus kasih sayang orang tuanya, Ia harus merelakan masa remajanya terenggut oleh sebuah perkawinan politik.Di tengah luka yang datang silih berganti, Jahanara menemukan cintanya pada seorang ahli kaligrafi bernama Isa. Laki-laki inilah yang merancang pembuatan makam ibunya Mumtaz Mahal. Ia dan Isa merasa senasib karena sama-sama kehilangan orang-orang tercinta. Duka menempa Jahanara menjadi perempuan tegar, dan merasa bertanggung jawab atas keselamatan kerajaan di masa depan.Konflik semakin bertambah ketika Taj Mahal rampung dibangun. Ayahnya mulai sakit-sakitan, ditambah lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Aurangzeb secara terang-terangan terhadap kekuasaan ayahnya. Aurangzeb mengatasnamakan agama dan Al-Quran untuk setiap tindakan anarkisnya. Bahkan Ia rela membunuh Dara, kakaknya sendiri dan memenjarakan Jahanara dan ayahnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Musik

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info